Vengeful Revenge

Featured image (c) Aesthetics to Survive

Vengeful Revenge (c) nadseu

.

Gagasan bodoh, Axel sadar.

.

Tidak ada seorang pun di ruangan sempit itu yang membuka mulut untuk bicara. Axel Collins hanya meloloskan geraman marah dari bibir sesekali, sementara satu-satunya sosok selain dirinya di sana memilih menangis keras-keras dalam bingung. Pistol di genggaman Axel teracung lurus ke kepala orang itu, siap mengonversi tangisan menjadi hening panjang. Ada sepasang iris biru yang memohon belas kasih dari balik tabir air mata, namun tak dipedulikan Axel karena dia kepalang dirangkum kebencian.

Satu tembakan, sungguh hanya satu, lantas dada Axel rasanya nyaris meledak akan beragam perasaan. Si lelaki tahu ‘menyesal’ bukan salah satunya. Jalang itu pantas mendapatkannya—dia telah membunuh istri Axel, demi Tuhan. Kalau saja dia berhenti menangis dan mulai menjelaskan, mungkin Axel bisa mempertimbangkan agar dia tetap bernapas. Gagasan bodoh, Axel sadar. Bagaimanapun, keparat kecil itu hanyalah bayi yang usianya baru beberapa jam.

kkeut.

.


notas:

  • please forgive me for bringing this worthless story 😦 would you guys accept my apology if i give you a hug?
Advertisements

Published by

haebaragi

Every writer is a liar, so am I.

10 thoughts on “Vengeful Revenge”

  1. KAK NADYA YOU GOT ME O.O ya ampun dedeknya ditembak si bapak 😦 aku sekaget itu bacanya yang literally harus diem beberapa saat untuk meresapi dan menenangkan diri sendiri. ini pendek tapi sangat kena, kak nadya. great job! keep writing yaa, kaak :))

    Like

    1. ((meresapi)) ((menenangkan diri)) evin are you being excessive huhu because kayanya tulisanku ga sehebat itu 😦 tapi i’m glad you’re hereeee, makasih evinnn ❤

      Like

  2. Wuooooh berat berat
    Pendek tapi ngena polll ga ngerti lagi, tegang bacanya biarpun ini dibilang ficlet juga ga nyampe tapiiii kalimat pamungkasnya ;-;
    Keep writing nad!

    Like

    1. ini emang bukan ficlet kak li, 150 kata aja ga nyampe kok 😀 tapi aslinya emang pengen dibikin lebih panjang sih kak, soalnya menurutku rada susah gitu deliver feeling ke readers kalo cuma 100-an kata hehe makanya aku seneeeng kalo kak liana bilang ini ngena x)

      kak liana makasih yaaa, keep writing jugaa ❤

      Like

  3. Hi, kak!

    Dari awal aku udah ngerasa bahwa yang dibunuh itu someone innocent, kayak orang yang mungkin dikasih donor jantung or something, tapi pas itu anaknya quite unexpected sih 👏👍

    Nice piece and have a nice day kak! 🙂

    Like

    1. hai jugaaa baby sher! (jangan marah ya sher kupanggil baby) (please biar aku seneng)

      HAHAHA donor jantung, aku bahkan ga ada pikiran ke sana sama sekali 😀 thank youuu sher, may you have a nice day tooo! ❤

      Like

  4. Yoo kak Nad!

    DEMI APA aku kaget pas baca endingnya, tak kirain itu yang bunuh istrinya si Axel itu siapa, eh padahal…. anaknya sendiri.
    Duh kak, ini nggak worthless kok. Ini worth it kok!

    Maafin komen nggak berfaedahku kak. Keep making something awesome ya kak!❤

    Like

    1. tasyaaa haluu ❤

      it’s supposed to be muuuchh longer tas, tapi pas ditulis ternyata mentok dua paragraf doang huhu makanya aku ngerasa kurang nendang gitu 😦 makasih banyak tasyaaa, i always treasure every comment coming kok hehehe jadi ga ada komentar yang ga berfaedah buatku 🙂

      Like

Let's talk, shall we?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s