Sweet Reconciliation

Featured image © Christian Gideon

Sweet Reconciliation © nadseu

*

Menyerah ia, perkara seperti ini memang tidak akan dipahami betul oleh para lelaki.

*

“Ini lho, Bel, yang namanya BTS.”

Kedua alis Abel nyaris menyatu ke tengah dahi menatap layar laptop Kirana yang menampilkan sebuah video musik bertajuk ‘DOPE’. Netranya tidak terbiasa menangkap potret sekelompok pria dari ras Mongoloid mengenakan make up dan menari seperti di video—yang herannya amat digandrungi Kirana.

Well, kendati merupakan sepasang kekasih, keduanya tidak membagi satu kesamaan pun. Terlihat jelas pada selera musik; Abel menggilai Sheila on 7 lebih dari band mana pun di dunia, sementara selera Kirana mentok di lagu berbahasa Korea. Ehem, sebenarnya dibanding lagunya, Kirana lebih berselera dengan para penyanyinya, alias para pemuda berwajah tampan yang menurut Kirana talentanya setinggi langit karena mampu menari dengan penuh energi sekaligus menjaga kestabilan suara saat menyanyi.

“Jadi ini boyband kesukaan kamu, Kir? Seingetku namanya Bangtan, deh.”

“Sama saja, Bel. BTS, Bangtan, Bulletproof Boy Scouts itu boyband yang sama.”

Tempo hari, mereka bertikai lumayan hebat lantaran Abel menganggap obsesi Kirana terhadap dunia perkoreaan ini sudah dalam taraf tidak wajar. Terang saja Kirana meradang, mengingat hak untuk menentukan apa yang ia suka adalah miliknya sepenuhnya. Toh, menurut Kirana, perangainya tidak pernah merugikan siapa pun.

Di situlah klimaks pertengkaran mereka.

Pasalnya, di lain sisi, Abel justru merasa rugi bukan alang kepalang karena waktu luang Kirana untuknya menjadi terpangkas demi oppa-oppa Kirana di layar kaca. Ouch, rupanya ada yang tersundut bara cemburu, saudara-saudara.

Kirana tidak pernah tahu kalau pacarnya bisa sekonyol itu, namun merengkuh Abel masuk ke semestanya bukan merupakan upaya peredam konflik yang buruk, bukan? Maka, di sinilah Abel, duduk bersisian di kantin fakultas bersama Kirana yang sibuk memerlihatkan koleksi videonya—berusaha mengakrabkan Abel pada lusinan boyband asal Negeri Gingseng sana.

“Bulletproof Boy Scouts? Scouts kan Pramuka, Kir, kok mereka nggak pakai baju cokelat-cokelat sama topi baret?” Pertanyaan konyol Abel untuk kali kesejuta mengundang helaan napas berat Kirana.

“Terus habis itu kamu suruh mereka bangun tenda sama mainin bendera semapur, gitu? Please deh, Bel, itu kan cuma nama.”

Yo wislah,” Abel memutuskan mengalah kendati terganggu fakta bahwa ada orang yang cukup sinting menjadikan ‘Pramuka’ sebagai nama boyband. “Omong-omong, Kir, si Jimin-Jimin kesukaan kamu itu yang mana orangnya?”

Ketika nama anggota favoritnya dilisankan, spontan jemari Kirana heboh menunjuk-nunjuk layar laptop. “Nih, Bel, yang ini! Beuh¸ bagus banget suaranya. Nge-dance-nya juga jago!”

“Aku baru tahu kamu suka cowok berambut merah. Besok aku cat rambutku jadi seperti itu juga, deh.”

“Silakan saja kalau itu bisa bikin kamu jadi mirip Jimin.”

“Jimin itu panggilan singkatnya apa ya, Kir? Kalau ‘Min’, berarti kembaran sama satpam kampus kita dong—Pak Min.”

Sungguh Kirana berharap di sekitar situ ada batu besar atau tongkat baseball—apa pun yang bisa difungsikan untuk menggetok kepala Abel. Tong sampah kelihatannya cukup kuat dan masih dalam jangkauan, sayangnya tidak cukup praktis. Lagi-lagi Kirana meluapkan kekesalannya dengan membuang sisa napas keras-keras.

“Sudahlah, Bel, aku tahu ini nggak bakal berhasil. Kamu nggak bakal ngerti.” Kirana menutup layar laptopnya. Menyerah ia, perkara seperti ini memang tidak akan dipahami betul oleh para lelaki.

Abel mengulum tawa mendapati pilihan kata-kata pacarnya. “Kok aku jadi merasa seperti suami yang lagi maksa istri mandulnya buat punya anak, ya?”

“Dan tanggapanmu yang semuanya candaan itu bikin aku merasa seperti cewek aneh yang omongannya nonsense, tahu?” Kirana menjeda ujarannya demi menghimpun udara banyak-banyak ke saluran napas. “Padahal ini kan biar kamu ‘kenal’ boyband yang aku suka, jadi nggak perlu cemburu.”

Sepenggal tawa lagi-lagi nyaris meluncur mulus dari bibir Abel begitu mendengar penuturan Kirana yang berlagak seolah mempelajari boyband Korea itu urgensinya mengalahkan mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif di semester tiga. Tapi, yah, semua ini juga karena tabiat kekanakannya mencemburui sosok yang “separuh nyata separuh fana”.

“Bening Saskirana, maaf kalau buatku memahami kesukaanmu itu sama susahnya dengan menahan kantuk di kelasnya Bu Taufik. Dan, hei, aku nggak pernah menganggap kamu aneh walaupun kamu suka Korea. Saranghai, Kiran.”

Yang Kirana tahu, ia tidak merasa perlu mengoreksi ‘saranghai’ itu meski pelafalan Abel menyimpang jauh dari yang seharusnya. Karena baginya, denyar ketulusan yang memancar dari kalimat Abel sudah lebih dari cukup. Oh, darling, bagaimana Kirana sempat mengurus perihal dangkal seperti itu kalau prioritasnya detik ini adalah menyembunyikan rona merah muda yang berebut muncul di kedua pipi?

-fin

*


notas:

  • *bersihin sarang laba-laba di sudut blog*
  • pemanasan setelah sekian dekade nggak nulis.
  • dying for review please because ini super cacat???
  • jangan percaya kalo ada yang bilang jurusan komunikasi itu kuliahnya santai kayak di pantai.
Advertisements

9 Replies to “Sweet Reconciliation”

  1. DAT SARANGHAI THO AHAHAHA XD Kak nadya masa nabil bayangin guru olahrga nabil bilang gitu ihhh bodoor XD XD

    nabil mampir kak nadyaaa! daan y ini oenyoe banget, si abel nih doyan becanda banget sampe sampe mau cat rambut jadi meraah, that’s sweet btw ahahaha 😀 ceritanya ngalir aih sukaaa, seneng kita dipertemukaan kak nad 😀

    and this onee

    sosok yang “separuh nyata separuh fana”

    kenapa separuh benar separuh menyesakkan separuh jiwaku yang rapuh pergi :(((

    semangat nulisnya kak nadyaaa ❤

    Like

    1. nabiiiil astagaaa aku kaget banget kamu udah keliling-keliling ajaaa xD aku malah baru sempet ke tempat kamu buat follow doang terus ngacir dan belum baca banyak ih miyane-miyane hajima 😦

      why guru olahraga sih bil 😦 guru olahragaku dulu udah rada bangkotan soalnya, jadi agak serem bayangin dia ngomong saranghai xD

      yasss emang susah deh demen sama yang “antara ada dan tiada” :(((

      nabil juga semangattt, tunggu aku merusuh di lapakmu yuhuuu ❤ ❤

      Liked by 1 person

  2. Halooo, Nad 😊 /aku mampir hehe…/
    Aku baca ini jadi keinget pas jaman2 SMA, pas lagi demam-demamnya nonton mv korea, trus temen2 cowokku pada ngejekin kalo boyband korea itu isinya kumpulan para banci. Huhuhu… kan sedih idola gue dikatin begitu 😦
    Mereka (temen2 cowokku) emg gak ngerti apa yg jadi kesenangan para penggemar cewek.
    /lah ini kok malah ngelantur dan jatuhnya curhat, sih?? Hahaaa 😂/

    Tetap semangat yaa nulisnya Nad, walaupun lagi banyak tugas 😊

    Like

    1. wah nauuu, seneng banget kamu berkunjung! hehe ❤

      iya banget astaga sampe capek sendiri :((( makanya aku selalu mikir kalo para hardcore fangirl yang punya pacar pengertian itu beruntung banget, termasuk aku meskipun aku bukan hardcore fangirl 😂 /ikutan curhat/

      thanks for the sweet words nau, bu dokter juga semangat yaaa 😘

      Like

      1. Wahh… beruntunglah kamu Nad yg punya pacar pengertian. Apalah dayaku yg… gak punya pacar alias jomblo sedari lahir hahaahaa 😂 /makanya hobi berburu cowok ganteng macam oppa2 korea walaupun fana/ astaga nad, maap udah mencemari kotak komentarmu hahaa 😁

        Like

  3. bhak kaknad pasti lagi dikejar deadline tugas wkwkwk
    btw mantap kak hasil karyanya 👍🏻 diksinya bagus, penggunaan katanya pas, jarang2 nemu orific yang berkaitan dengan ‘korea2an’ 😊

    aw kak maapkan aku nyangkut dimari wkwkwk bikos aing lagi gabut jadi teh aing biasanya ubek2 blog orang /dibalangyangpunyablog

    oke deh kak keep writing, semoga tugasnya cepet kelar 😀

    Like

    1. shellin!! so glad you’re here, hehe. iyaaa ya ampun kayanya bentar lagi aku tenggelam di lautan penuh tugas 😭

      makasih banyak ya shel udah ninggalin jejak, it really means a lot ❤ tetap menulis juga ya buatmu 😀

      Like

Let's talk, shall we?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s