As Sweet as Bungeoppang

As Sweet as Bungeoppang

A super fluffy ficlet, brought to you by nadseu

Starring Kim Seokjin (BTS) Goo Jangmi (OC)

Romance · Slice of life

General

BTS Seokjin’ and the artwork above don’t belong to me. I just own the story line and the OC.

Semua menjadi ‘tidak apa-apa’ selama aku bersamamu.

10.21

Jangmi, kamu di mana?

10.21

Di halte dekat kampus, sedang menunggu bus untuk pulang.

10.22

Tunggu di sana, jangan ke mana-mana. Pulang sama aku saja.

Jangmi mengembuskan napas lega membaca pesan Seokjin yang masuk ke ponselnya. Sejujurnya dia sangat tidak ingin pulang sendiri naik bus malam-malam begini. Jangmi bahkan sangsi apakah masih ada bus yang beroperasi hingga selarut ini atau tidak. Maka, jari-jarinya dengan cepat mengetikkan ‘Oke.’ sebagai balasan. Sejurus kemudian, Jangmi menunggu dengan sabar.

15 menit30 menit… 60 menit…

Jam mulai menunjukkan angka 11.30 dan Seokjin belum juga nampak batang hidungnya. Kegelisahan Jangmi sampai pada puncaknya. Jangmi mondar-mandir di halte dengan ponsel di tangan, berusaha menghubungi sang kekasih berikut teman-teman dan keluargnya. Teman-temannya tidak ada yang tahu Seokjin di mana, sementara orang rumahnya bilang bahwa Seokjin memang pamit pergi menjemput Jangmi sekitar satu jam yang lalu.

Sebut saja Jangmi berlebihan, tapi saat ini Jangmi lebih mengkhawatirkan Seokjin daripada dirinya sendiri. Dia bisa meminta kakak laki-lakinya menjemputnya sekarang, selesai perkara. Namun bagaimana dengan Seokjin? Bagaimana kalau Seokjin dirampok di jalan? Bagaimana kalau Seokjin kecelakaan dan tidak ada yang menolong? Bagaimana kalau Seokjin diserang hewan buas yang kabur dari hutan? Bagaimana kalau…

Oh, God, syukurlah.

Dada Jangmi hampir meledak oleh rasa lega ketika mendapati sosok Seokjin sangat dikenalnya berjalan mendekat. Lekas Jangmi menghambur ke pelukan lelakinya. Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya jatuh juga.

Melihat Jangmi menangis di rengkuhannya, Seokjin mengelus lembut kepala sang gadis. “Hei, hei, ada apa ini?”

“Kamu ke mana saja, sih? Aku menunggu satu jam lebih, tahu! Aku kira kamu kenapa-kenapa di jalan. Makanya punya ponsel jangan dibiarkan menganggur!” Jangmi meracau di sela-sela isaknya.

“Aku memang kenapa-kenapa, Jangmi. Tadi motorku mogok. Tahu sendiri, ‘kan, cari bengkel yang masih buka jam segini susahnya seperti apa? Oh, dan soal ponsel, memang ketinggalan di rumah. Maaf ya, Sayang.”

Pelan-pelan Jangmi menarik diri dari pelukan Seokjin tanpa berkata apa-apa. Tangisnya sudah berhenti. Mengetahui alasan Seokjin, perasaannya menjadi membaik sekarang.

“Jangan marah, ya? Ini, kebetulan tadi di dekat bengkel ada yang jual bungeoppang*. Kedainya sudah mau tutup tapi aku paksa penjualnya membuatkan pesananku dulu. Kamu pasti belum makan.” Seokjin mengangsurkan kotak makanan yang sedari tadi dipegangnya. Yang, omong-omong, tidak Jangmi sadari.

Jangmi merasa ingin menangis lagi, tapi kali ini karena terharu. Sempat-sempatnya Seokjin terpikir untuk membelikannya makanan. Pakai acara memaksa penjualnya segala pula.

Bungeoppang-nya dimakan sambil jalan saja, yuk, biar cepat. Motorku sepertinya baru selesai diperbaiki besok pagi, tidak apa-apa, ‘kan, kalau kita jalan kaki ke rumahmu?”

Jangmi cepat-cepat mengangguk dengan senyum lebar terukir di bibirnya. Semua menjadi ‘tidak apa-apa’ selama aku bersamamu, Jin…

-fin.

*Bungeoppang: Jajanan khas Korea, berupa kue manis berbentuk ikan berisi kacang merah atau krim susu.

Advertisements

7 Replies to “As Sweet as Bungeoppang”

  1. Hai, Nad 🙂
    Aku berkunjung, nih, hehe 😁
    Aw, ini manisss bangett… 😍 /aku cuma mau nanya, nemu cowok kayak Om Jin di mana, ya?/
    Terus semangat, ya! Keep writing! 😊

    Like

  2. Hai, Kak Nadya! As promised, I visit you back!
    Yaila gabisa bayangin nunggu sendirian sampe jam set 12 tuh rasanya kaya gimana :” Terus overthinking-nya Jangmi itu sama kaya aku, sampe kemana-mana. Tapi ini manis sekali aku pengen garuk meja rasanya huw cowo kaya Seokjin sisain satu terus kirimin ke aku ya lord xD
    Keep writing, Kak ^^

    Like

  3. KAK I LAV! YOU’RE DA BEZT!

    Aku suka ngefeel sendiri kalau baca ficnya Seokjin karena sejatinya dia adalah ultimate bias aku :’D dan ini…….. Fluff banget aku tak kuasa menahan mulut bilang cie-cie dari tadi. Maafkan kelebayan ku kak……….Maafkan…

    Pokoknya fav ku suka sekaliii! XD keep writing kak Nadya~~ b^v^)b

    Like

    1. Aku tuh selalu ngebayangin jin sebagai sosok yang dewasa dan bertanggung jawab (dan ganteng), maka jadilah ff ini menunjukkan sisi bertanggungjawabnya jin yang tetep mau jemput jangmi walaupun udah malem banget dan motor dia mogok hahaha ya ampun kaya udah kenal bertahun2 aja ya aku sama seokjin bisa deskripsiin dia kaya gitu
      Makasih banyak ji reviewnya ❤

      Like

Let's talk, shall we?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s