What Follows from the Past

What Follows from the Past

A ficlet by nadseu

Starring Kim Namjoon (BTS) x Charlotte Han (OC)

Romance • Slice of life • Angst

I own nothing except the OC and the plot.

This is also published in some other blogs with different casts.

•••

Level tertinggi mencintai adalah merelakan dia bahagia bersama orang lain.

Level tertinggi bullshit adalah kalimat barusan.

•••

“Char, kamu lebih nyaman kita sebelum pacaran atau setelah pacaran?”

Charlotte menghentikan kegiatannya menyuap kue beras ke mulut dan mengalihkan pandang ke laki-laki bersurai agak pirang di sebelahnya. Mereka sedang duduk bersantai di taman, menikmati snack masing-masing dengan normal, dan kemudian Namjoon menanyakan pertanyaan aneh seperti itu. Ada yang tidak beres.

“Memangnya kenapa, Joon-ah?”

“Tidak ada apa-apa, Char, jawab saja.”

Kening gadis Han itu berkerut samar. “Hmm, sepertinya sama saja. Kau tetaplah Kim Namjoon yang sama.”

“Kalau begitu kita balik lagi seperti sebelum pacaran saja, ya, Char?”

Oke, kali ini Charlotte bersyukur karena mulutnya tidak sedang melakukan kegiatan mengunyah, karena jika iya maka dipastikan dia akan tersedak mendengar kalimat Namjoon barusan. Sudah kuduga ada yang tidak beres.

“Maksudmu apa, Joon?”

Namjoon mengangkat bahu sekenanya. “Ya kembali lagi seperti sebelum kita pacaran, Charlotte. Tidak usah ada panggilan sayang, tidak usah kencan berdua seperti ini.”

Mendadak Charlotte sakit kepala dibuatnya. Lelaki yang baru saja menyatakan cinta padanya tiga minggu yang lalu ini sekarang ingin memutuskannya atau bagaimana? Kenapa kalimatnya berbelit-belit sekali?

“Namjoon-ah, aku tidak mengerti.”

“Kamu pasti mengerti, Char.” Namjoon berdiri dari duduknya, bersiap meninggalkan areal taman. “Maafkan aku.”

Mulai dikuasi emosi, genangan cairan bening di pelupuk mata Charlotte jatuh satu-satu. “Apa ada yang salah, Namjoon?”

Namjoon memalingkan muka, tak sanggup melihat isakan gadisnya. Ups, ralat, per beberapa menit yang lalu sudah resmi bukan gadisnya lagi. “Tidak, Charlotte. Sama sekali tidak ada yang salah denganmu. Kamu manis, baik, pengertian, hanya saja… Sudahlah. Maaf, Char, aku tidak bisa mengatakannya.”

“Kenapa, Namjoon-ah? Ada orang lain, ya?”

Pertanyaan yang disampaikan dengan nada halus itu berhasil membuat Namjoon kehilangan kata-kata. Tepat sasaran rupanya. “Kalau kusampaikan alasanku, apa kamu tidak tambah sakit hati?”

“Baiklah, Joon. Tidak perlu. Aku sudah tahu. Masih ada dia kan?”

Lagi, tak mampu Namjoon menatap manik sewarna kayu milik Charlotte Han. “Sorry Char, I’m still living in the past.”

Pahamlah Charlotte tanpa Namjoon harus menjelaskan lebih lanjut. Benar, ada orang lain. Dan Charlotte paham betul siapa orang itu. Orang yang lebih dahulu datang ke kehidupan Namjoon dibanding Charlotte, yang bayang-bayangnya berusaha Namjoon lupakan dengan usaha penuh, tapi ternyata gagal juga. Charlotte mengenal orang itu dengan tiga kata; mantan-kekasih-Namjoon.

Menangkap gelagat Charlotte yang akan tergugu semakin keras, Namjoon buru-buru berujar, “You won’t lose me, Char. Aku janji. Kamu masih bisa mencariku kalau butuh someone to rely on.” Ceruk dalam di kedua pipinya terlihat jelas ketika Namjoon mengangkat kedua ujung bibirnya untuk tersenyum. Senyum yang setelah ini bukan milik Charlotte seorang.

I’m leaving, Char.”

Iris hazel Charlotte menatap punggung Namjoon yang berjalan menjauh dengan nanar. Setelah ini, semua tidak akan pernah sama lagi.

Tidak pernah terlintas di pikiran Charlotte kalau hubungannya dengan Namjoon akan berakhir secepat ini. Tapi yang lebih tidak dia sangka adalah; bahwa hubungan sesingkat ini bisa meninggalkan sakit yang begitu dalam. Charlotte tidak marah karena Namjoon masih menyayangi mantan kekasihnya, sungguh. Dia paham betul bahwa tidak ada seorang pun yang tahu cepat-lambatnya perasaan seseorang berubah. Charlotte hanya sedih. Mengapa Namjoon harus menyerah pada hubungan mereka begitu cepat? Tak dapatkah Namjoon bertahan lebih lama demi menemukan kebahagiaan bersama Charlotte?

Damn.

Charlotte mengerti, Namjoon akan baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan dirinya sendiri? Gadis itu hampir menangis lagi membayangkan akan sekosong apa harinya setelah ini. Dia yakin yang akan dirindukannya adalah justru hal-hal kecil yang mungkin tidak mereka sadari karena sudah menjadi kebiasaan, seperti genggaman Namjoon saat berada di tempat yang penuh sesak, obrolan di telepon hingga berjam-jam lamanya kala dini hari, jok belakang motor Namjoon yang nyaman, dan… dan…

Damn it, Joon.

Mereka bilang, level tertinggi mencintai adalah merelakan dia bahagia bersama orang lain. Kemudian dalam hati Charlotte menimpali, dan level tertinggi bullshit adalah kalimat barusan.

-fin.

Advertisements

5 Comments

    1. quote apa waaash hahaha tulisanku gini-gini ajaaa ga ada yang bisa dijadiin quote :”) kamu ngelike sama ngomen banyak bangeeet sampe di postku yang bawah-bawah huhu aku terharu bacanyaaa. thanks soooo much washfa the lovelyyy ❤

      Liked by 1 person

      Reply

  1. “I’m still living in the past.” Kenapa sedih banget bacanya Kak
    Jadi inget waktu lagi guyon sama temen tentang “melupakan atau dilupakan, meninggalkan atau ditinggalkan, mencintai atau dicintai, dll.” gitu dan kayanya semua yang pake awalan “me-” itu jauh lebih susah dilakukan wahahaha… Termasuk melupakan mas joon dalam kasus mba charlotte :”
    Line terakhir itu juga sedih banget, ya emang bullshit banget yang namanya merelakan orang yang kita cintai bahagia sama orang lain, mana tahan ini hati ngelihatnya //lah curhat
    Kak btw Kak Nadya jago sekali sih kalo bikin fluff manis banget tapi bikin angst juga baper-able banget >.< Keep writing buat Kak Nadya ya ^^

    Like

    Reply

    1. Kalo aku bilang ini diangkat dari pengalaman pribadi aku jadi tambah menyedihkan ga sih ran……..
      Btw kalimat “im still living in the past” itu exactly the words yang man-ehm-tan aku bilang waktu mutusin aku hahaha (yha nad malah curhat)

      Like

      Reply

Let's talk, shall we?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s